Seorang Pelaut Berencana Untuk Mengatasi Kekeringan di Afrika Dengan Gunung Es Dari Antartika

A tabular iceberg floats in the ocean near Antarctica.

Seperti yang kita tahu, Afrika mengalami berbagai masalah lingkungan seperti kekeringan. Akibat dari masalah itu, banyak sekali penduduk Afrika yang mati karena tidak ada air.

Berbagai cara dilakukan oleh lembaga-lembaga internasional maupun relawan seperti membuat sumur atau memberikan bantuan langsung kepada penduduk yang terkena dampak kekeringan.

Nah, ada juga solusi lain yang terdengar gila yaitu menarik gunung es dari Antartika ke Afrika.

Ide gila ini dicetuskan oleh seorang pelaut dari Afrika Selatan berusia 56 tahun yang bernama Nicholas Sloane. Menurut Businessweek, Sloane mengatakan bahwa ia ingin melakukannya dengan menggunakan supertanker dan tali laso untuk membawa gunung es dari Antartika ke Cape Town, Afrika Selatan.

Menurut Sloane, gunung es yang ideal memiliki ukuran 3.281 kaki, lebar 1.640 kaki, kedalaman 820 kaki, dan berbobot 125 juta ton. Dia mengatakan kepada Bloomberg bahwa es dengan ukuran ini dapat memasok 20% kebutuhan air di Cape Town selama 1 tahun.

Untuk menjalankan usulannya tersebut, maka kapal akan menempuh jarak 1.600 mil selama 80-90 hari.

Ide gila ini dicetuskan oleh Sloane karena adanya masalah kekurangan air di Cape Town yang sudah terjadi sejak tahun 2015. Akibatnya keluarga Sloane menjadi kesulitan karena kondisi ini. Children pump water at the last tap with running water in their village after water to the other communal taps were cut off due to drought in Masotsheni, north of Durban, South Africa, January 22, 2016.

Pada tahun lalu, masalah ini menjadi bertambah parah hingga akhirnya penggunaan air pun dibatasi menjadi 13 galon air per orang per hari. Itupun hanya kurang dari seperempat konsumsi air harian rata-rata di Amerika Serikat.

Sloane mengatakan bahwa istrinya pun memintanya untuk melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah ini. Walaupun masalah kekeringan sudah mulai teratasi karena curah hujan, namun kuota penggunaan air masih diberlakukan.

Kuota penggunaan air pun menjadi 18 galon per orang per hari. Namun jumlah tersebut masih tidak cukup untuk kebutuhan air sehari-hari bagi para penduduk Afrika Selatan.

Rencana Sloane 

Dalam rencananya, Sloane akan menderek gunung es dengan jaring selebar 2 mil. Sloane juga membentuk tim yang terdiri dari glasiologi, ahli laut, dan insinyur untuk mewujudkan visinya ini. Proyek ini pun dinamakan Sloane dengan nama “Southern Ice Project”.

Langkah pertama yang akan dilakukan oleh tim adalah menggunakan data satelit untuk menemukan gunung es dengan bentuk dan ukuran yang diinginkan.

Setelah menemukan gunung es yang diinginkan, Sloane akan melindunginya dalam jaring raksasa dengan lebar 2 mil dan tinggi 1,8 meter. Jaring tersebut menelan biaya sebesar $25 juta.

Menurut Bloomberg, jaring tersebut terbuat dari tali apung alami yang dapat menahan suhu dingin dan gesekan tinggi.

Jaring raksasa ini akan melilit gunung es 125 juta ton tersebut seperti sabuk. Setelah itu Sloane akan menariknya dengan supertanker sampai ke Cape Town.

Saat sampai ke Cape Town, tentunya gunung es tersebut akan mengalami penyusutan sebesar 8%. Namun, tentunya rencana ini juga memiliki adanya resiko kegagalan seperti tali yang putus.

Namun, jika semuanya berjalan dengan baik maka gunung es tersebut akan ditambatkan di lepas pantai Cape Town dan diselimuti dengan “rok” seberat 800 ton dan seharga $22 juta.

Setelah itu air akan diambil dari gletser tersebut dengan mesin dan membawanya ke sistem air di kota tersebut.

Secara total, proyek ini menghabiskan dana sebesar $200 juta. Dana tersebut didapat dari 2 bank di Afrika Selatan dan juga perusahaaan teknologi air di Swiss. Selain itu, dana tersebut juga berasal dari uang pribadi Sloane yang sebesar $100.000 .

Namun seorang glasiologis yang bernama Tad Pfeffer mengatakan bahwa ini bukanlah ide yang bagus, kecuali dalam keadaan darurat yang mengerikan.

Sebelumnya juga ada ide serupa juga pernah dicetuskan oleh sebuah perusahaan di Dubai pada tahun 2018. Walaupun masih sebuah ide, sudah ada investor yang mau menginvestasikan $60 juta untuk ide tersebut.

Apakah ide ini akan berhasil? Kita lihat saja nanti.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s