Ahli Jerman Klaim Makan Jeroan Baik Bagi Lingkungan, Kok Bisa?

Ilustrasi jeroan

KOMPAS.com – Bagi masrayakat Indonesia, konsumsi jeroan tentunya tidak asing karena banyak menu kuliner Nusantara menggunakan jeroan, entah itu otak, usus, hati, paru, ampela, lambung, babat, bahkan testis.

Konsumsi jeroan juga ditemukan di berbagai menu tradisional berbagai negara lain, seperti negara pada kawasan Skandinavia dan Amerika Selatan.

Namun, bagi sebagian besar masyarakat dunia, jeroan merupakan bahan yang jarang dikonsumsi, dan seringkali terbuang begitu saja.

Tapi ternyata, konsumsi jeroan memiliki dampak baik bagi kesehatan, ungkap studi terbaru.

Studi yang dilakukan terhadap industri daging di Jerman ini menyimpulkan bahwa konsumsi jeroan oleh masyarakat lokal dapat mengurangi emisi karbon nasional sebesar 14 persen. Hal serupa juga diprediksi dapat terjadi di tingkat global.

Menurut FAO, diperkirakan bahwa industri peternakan bertanggungjawab atas sekitar 14,5 persen emisi gas rumah kaca secara global, melalui gas yang dihasilkan oleh hewan ternak via kotoran. Negara yang memiliki industri daging skala besar, seperti Amerika Serikat dan Australia, merupakan penyumbang utama.

Emisi gas dari industri daging tentu dapat diminimalisasi dengan penghentian konsumsi daging secara menyeluruh. Namun, tentu saja hal tersebut mustahil dicapai, karena daging merupakan bahan makanan favorit serta mengandung banyak nutrisi esensial yang dibutuhkan tubuh.

Studi ini memperkirakan beberapa strategi yang dapat digunakan untuk mengurangi semaksimal mungkin angka emisi gas rumah kaca yang dihasilkan industri peternakan.

Strategi tersebut di antaranya adalah mengurangi konsumsi daging nasional menjadi setengah konsumsi saat ini. Hal tersebut memangkas emisi gas sekitar 30 persen.

Strategi lainnya adalah meningkatkan konsumsi jeroan, yang dapat mengurangi emisi sebesar 14 persen.

Terakhir, mengganti konsumsi daging merah dengan daging putih, seperti ayam atau kalkun.

Keseluruhan kombinasi strategi ini mampu mengurangi tingkat emisi nasional sebesar 43 persen. Meski demikian, strategi ini hanya skenario ideal.

Konsumsi daging telah menjadi bagian dari kebudayaan kuliner di seluruh dunia, yang menjadikannya mustahil untuk dilenyapkan begitu saja, atas alasan apapun.

“Kita tidak berasumsi bahwa strategi ini dapat dicapai. Namun, kita ingin menyediakan perbandingan dan mendemonstrasikan strategi mana yang dapat menghasilkan perbedaan terbesar bagi sektor agro,” papar Gang Liu, peneliti dari University of Southern Denmark yang tergabung dalam tim penelitian ini, dilansir dari Popular Science.

Meski demikian, ilmuwan lain nampaknya lebih skeptis mengenai konsumsi jeroan, terutama dilatarbelakangi oleh alasan kesehatan.

” Jeroan menyediakan alternatif yang menarik dari perspektif lingkungan, tapi tidak dari perspektif kesehatan,” ujar Brent Loken dari Stockholm Resilience Centre. Loken sebelumnya berpartisipasi dalam studi yang mendeskripsikan berbagai makanan yang dianggap bermanfaat baik bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Jeroan tidak sanggup menggantikan peranan konsumsi daging, dan kita akan mendapatkan lemak jenuh dalam kadar tinggi. Pada jeroan terdapat banyak hal yang baik dalam jumlah besar namun hal yang buruk juga ada dalam jumlah yang sama.

Jeroan mengandung nutrisi dan vitamin yang tinggi, terutama zat besi, fosfor, tembaga, magnesium, zinc, dan vitamin A, B, D, E, serta K. Namun di sisi lain, jeroan juga memiliki kadar lemak jenuh dan kolesterol yang sangat tinggi, sehingga berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak atau frekuensi yang tinggi.

Liu menyadari risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat konsumsi jeroan.

“Jika kondisi Planet Bumi membaik namun kesehatan kita menurun sebagai gantinya, ya bukan solusi yang tepat. Namun, demi mencapai penurunan emisi gas sebesar 14 persen seperti pada studi maka tiap orang hanya perlu memakan jeroan setidaknya satu atau dua kali per minggu, tidak perlu menjadi makanan utama,”” pungkasnya.

Sumber: kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s