10 Kota Ini Tidak Bisa Ditinggali Lagi Dalam Waktu 80 Tahun Lagi

Dark clouds over downtown Miami.

Seperti yang kita tahu, bumi ini makin rusak dan hal ini ditandai dengan naiknya suhu bumi dan perubahan iklim yang pada akhirnya dapat mengakibatkan bencana alam.

Bahkan para ilmuwan sudah memperkirakan bahwa ada 10 kota yang tidak bisa lagi ditempati oleh manusia pada tahun 2100. Penyebabnya adalah kota-kota ini rawan bencana seperti banjir dan gelombang panas.

Berikut adalah 10 kota yang diprediksi tidak akan bertahan di masa depan

Miami, Amerika Serikat

Dalam sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2016 di jurnal Natural Climate Change, Matthew Hauer melihat adanya dampak yang ditimbulkan oleh kenaikan permukaan air laut terhadap Amerika Serikat.

Dia menemukan fakta bahwa di antara tahun 2010 sampai 2100, lebih dari 13 juta orang Amerika dapat terkena imbas dari kenaikan permukaan air laut. DAri 13 juta orang tersebut, seperempat dari jumlah tersebut berada di daerah Miami-Dade dan Broward di Florida.

Hauer juga mengatakan kepada Business Insider bahwa Miami tidak memiliki persiapan yang memadai dalam menghadapi bencana ini.

New Orleans, Amerika Serikat Image result for new orleans

Studi yang ditulis Hauer juga menuliskan bahwa New Orleans sebagai salah satu kota yang juga mungkin tidak akan tahan terhadap bencana. Jika permukaan air laut naik 90 cm saja, sepertiga dari penduduk New Orleans pun harus mengungsi.

Chicago, Amerika Serikat

Menurut seorang ilmuwan iklim dari University of Michigan yang bernama Richard Rood, Chicago menjadi salah satu zona panas yang paling parah di Amerika Serikat.

Pada tahun 1995, kota ini mengalami gelombang panas yang sangat parah hingga menewaskan 700 orang. Pada saat itu, suhu luar mencapai lebih dari 40 derajat celcius. Sementara itu suhu bola basah yang merupakan panas dan kelembapan mencapai 30 derajat celcius.

Penelitian menemukan bahwa jika paparan suhu bola basah mencapai 35 derajat celcius, maka akan berakibat fatal pada manusia. Rood mengatakan bahwa bencana ini dapat terjadi kapan saja. Hal ini dilihat dari kelembapan yang tinggi di musim panas dan panas kontinental biasa.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab

Studi MIT juga menyebutkan kota Abu Dhabi sebagai salah satu kota yang paling rentan terhadap suhu panas yang ekstrim. Para peneliti juga mengatakan bahwa hanya dalam setengah abad, kota ini tercatat lebih dari 1 kali memiliki suhu terpanas.

Suhu tertinggi di kota ini tercatat mencapai hampir 55 derajat celcius. Pada tahun 2070, para penduduk kemungkinan besar akan lebih sering menghadapi betapa panasnya kota ini.

Shanghai, China

Pada akhir abad ini, kota yang terletak di utara China ini akan mengalami gelombang panas yang paling mematikan.

Sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan di Nature Communications juga menemukan bahwa daerah tersebut diperkirakan akan mengalami gelombang panas yang parah dari tahun 2070-2100.

Shanghai yang merupakan salah satu kota terpadat bisa menjadi salah satu kota yang paling terpengaruh oleh gelombang panas parah ini.

Beijing, China

Beijing juga terletak di utara China yang rentan terhadap gelombang panas yang parah. Selain itu, kota ini juga menjadi penghasil utama gas rumah kaca yang memaksa penduduknya untuk memakai masker karena kabut asap.

Polusi yang terjadi di kota ini bahkan membunuh orang 15 kali lebih banyak dari yang disebabkan oleh kekerasan dan perang. Sebuah studi bahkan memperkirakan bahwa ada 9 juta orang meninggal sebelum waktunya di tahun 2015 karena polusi.

Angka ini terhitung sebanyak 16% dari seluruh kematian yang terjadi di seluruh dunia.

New Delhi, India Image result for new delhi

Kota ini juga mengalami masalah yang sama dengan Beijing dan Shanghai yaitu suhu yang ekstrim. Selain itu, kota ini juga mengalami kabut asap yang juga dialami oleh Beijing.

Sebuah analisis menemukan bahwa suhu bola basah di berbagai kota di Asia SElatan seperti New Delhi bisa mencapai 35 derajat celcius. Dimana hal ini bisa menjadi fatal di tahun 2100. Skenario ini cenderung terjadi setiap 25 tahun.

Analisis menemukan bahwa ada 2% populasi Indai terpapar suhu panas yang parah. Namun, jumlah ini bisa meningkat hingga 70%.

Dhaka, Bangladesh

Kota ini menjadi salah satu kota yang paling rentan terhadap perubahan iklim. Negara ini tidak hanya harus menghadapi masalah gelombang panas, tapi juga banjir yang dahsyat.

Pada musim panas 2017, banjir melanda Bangladesh dan menyebabkan ada 140 orang tewas dan 700.000 rumah rusak.

Selain itu, setiap tahunnya 200.000 orang di negara ini harus mencari tempat tinggal baru karena erosi yang terjadi di tepian sungai.

Menurut IPCC, negara ini akan kehilangan 20% wilayah daratannya jika permukaan air laut naik hingga 90 cm.

Banyak sekali pengungsi yang mengungsi ke Dhaka karena dampak perubahan iklim. Namun daerah itu masih rentan banjir, terutama di musim hujan.

Lagos, Nigeria

Kota ini mengalami masalah karena kenaikan permukaan air laut. Hauser mengatakan bahwa kota ini rentan terhadap banjir karena letaknya di dataran rendah dan di delta sungai.

Pada tahun 2016, para peneliti menemukan bahwa ada 260.000 kematian yang disebabkan oleh banjir dalam waktu 10 tahun mendatang.

Menurut Rood, peningkatan frekuensi banjir dan cuaca ekstrim di berbagai kota seperti Lagos bisa menyulitkan proses pemulihan dari dampak bencana.

Namun, dia dan Hauser juga mengatakan bahwa dampak perubahan iklim dapat dikurangi dengan pembangunan infrastruktur yang baik.

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s