Investor Terbesar Dunia Mengatakan Bahwa Sebuah Pasar Obligasi Kota Senilai $ 3,8 Trilliun Sedang Menghadapi Risiko Ancaman Perubahan Iklim

BlackRock, perusahaan aset dunia memandang bahwa para investor di Amerika Serikat belum sepenuhnya menyadari risiko seputar ekonomi yang berpotensi merusak lingkungan dimana saat ini investasi lingkungan sudah mulai menarik perhatian.

Para ahli strategi perusahaan BlackRock menuliskan dalam sebuah laporan bahwa perubahan iklim sudah merusak portfolio dan menyatakan siap untuk menghadapinya.

Pada saat mengatakan tentang kelayakan kredit pasar obligasi kota, para ahli strategi mengatakan bahwa pangsa peningkatan penerbitan di pasar $3,8 trilliun akan datang dari daerah-daerah yang mengalami kerugian ekonomi yang terkait dengan iklim.

Negara, kota, dan lembaga pemerintahan lainnya menerbitkan obligasi daerah yang biasanya disebut dengan sebutan “munis” untuk mendanai pembangunan berbagai fasilitas umum seperti sekolah dan jalan raya.

Pasar obligasi munis memiliki sistem yang mirip dengan Pasar Keuangan Amerika Serikat dalam instrumen utang yang ditawarkan kepada investor, namun hanya saja dilakukan dalam skala yang lebih kecil.

Perbedaan utama antara kedua pasar ini adalah bunga yang dibayarkan pada obligasi munis yang umumnya dibebaskan dari pajak federal.

BlacRock memperkirakan bahwa dalam satu dekade ini, lebih dari 15% dari Indeks Obligasi Kota Nasional S&P berdasarkan nilai pasar akan datang dari wilayah Amerika akan mengalami kerugian karena perubahan iklim sebesar 0,5% sampai 1% dari PDB.

Lalu bagaimana bisa BlackRock bisa sampai pada proyeksi? Perusahaan ini menggali data dari lembaga penelitian Rhodium Group untuk menilai kerugian ekonomi langsung yang bisa terjadi karena ancaman banjir besar dan badai dan kerusakan yang tidak langsung seperti dampak kenaikan suhu pada tanaman dan produktivitas tenaga kerja.

Para peneliti di perusahaan tersebut menyoroti perubahan yang diharapkan dalam kegiatan ekonomi di bawah skenario “no climate action” yang mengasumsikan penggunaan bahan bakar berkelanjutan.

Estimated U.S. GDP impacts under a 'no climate action' scenario between 2060 and 2080, according to BlackRock.

Hasil dari penelitian BlackRock tentang pengaruh skenario “no climate action” terhadap GDP Amerika Serikat pada tahun 2060-2080. 

Menurut laporan tersebut, daerah yang paling terdampak adalah wilayah Arizona, Gulf Coast, dan pesisir Florida.

Dari laporan, dampaknya di seluruh penjuru negeri tidak merata. Dari skenario ini, 58% wilayah metro Amerika akan mengalami penurunan PDB sebesar 1% atau lebih di tahun 2080 nanti.

CEO BlackRock Larry Fink dalam beberapa tahun terakhir mulai muncul sebagai pendukung perusahaan yang memanfaatkan tanggung jawab sosial dalam membuat keputusan dalam perusahaan mereka.

Dalam surat tahunannya kepada investor tahun ini, Fink meminta agar para pemimpin bisnis untuk lebih aktif menangani masalah-masalah sosial.

Di sisi lain, para ahli strategi mengatakan bahwa perubahan iklim nantinya akan menjadi suatu hal yang tidak bisa diabaikan oleh para investor.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s