Dorong Energi Baru Terbarukan, PLN Teken Jual-Beli Listrik PLTA Merangin

https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 16 320 1978770 dorong-energi-baru-terbarukan-pln-teken-jual-beli-listrik-plta-merangin-sZXH1yKQ8o.jpg

JAKARTA – PT PLN (Persero) menandatangani perjanjian jual-beli tenaga listrik (Power Purchase Agreement/PPA) Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTA) Merangin dengan perusahaan listrik swasta (Independent Power Producer/IPP), PT Kerinci Merangin Hidro. Hal itu merupakan komitmen PLN dalam rangka mewujudkan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Penandatanganan PPA dilakukan oleh Direktur Utama PLN Sofyan Basir dan Direktur Utama PT Kerinci Merangin Hidro Achmad Kalla yang disaksikan langsung Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar di Kantor Pusat PLN Kamis (15/11). PPA ini merupakan penandatanganan yang keempat di tahun ini untuk pengembangan EBT.

”Kami sangat bersyukur perjanjian ini dapat ditandatangani hari ini. Pemerintah sangat komit untuk membangun Energi Baru Terbarukan. Ini juga merupakan sebuah achievmentbagi PLN,” ujar Archandra, berdasarkan keterangan resminya, kemarin.

PLTA Merangin yang berlokasi di Kabupaten Kerinci, Jambi, memiliki kapasitas sebesar 4 x 87,5 MW (Megawatt). Energi yang dihasilkan per tahun sebesar 1.280 Giga Watt hour (GWh). Pembangkit yang direncanakan beroperasi secara komersial (comersial operation date/COD) pada 2025 ini akan memasok listrik ke sistem Bagian Selatan Tengah yang diatur oleh PLN Pusat Pengatur Beban Su matera.

”PLTA Merangin ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik yang akan terus meningkat. Secara tidak langsung, PLN pun turut serta dalam perkembangan industri dan bisnis di Indonesia,” ujar Sofyan Basir.

PLTA Merangin akan digunakan sebagai pembangkit peaker, yakni pembangkit yang digunakan hanya pada saat beban puncak. Hal ini bertujuan mengurangi beban peaker PLN di Sumatera yang masih menggunakan pembangkit gas dan diesel, di mana harganya cukup tinggi. PLTA juga dipilih sebagai peaker karena memiliki kecepatan masuk ke sistem (ramping rate) yang tinggi dibanding pembangkit batubara.

Sebelum PPA ini, ada tiga PPA yang diteken PLN dengan total kapasitas 11,9 MW. Sementara pada 2017, tercatat ada 70 PPA dengan total kapasitas 1214,17 MW yang ditandatangani. Hal ini menandakan besarnya minat pengembang terhadap Energi Baru Terbarukan, sekaligus komitmen PLN dalam penggunaan pembangkit Energi Baru Terbarukan.

Total investasi yang akan dikeluarkan dari proyek PLTA Merangin sendiri sebesar USD903 juta atau setara Rp 13,4 triliun. Sofyan berharap PLTA Merangin dapat menjadi infrastruktur ketenagalistrikan Indonesia yang andal, terjangkau, dan memiliki aspek keberlanjutan. (Nanang Wijayanto)

Sumber: okezone.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s