Bamsoet Minta Sektor Industri Pakai Energi Baru Terbarukan

Foto: Dok DPR

Jakarta – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) memandang masa depan energi dunia bukanlah energi fosil, melainkan Energi Baru Terbarukan (EBT). Untuk itu Bamsoet berharap sektor industri sebagai salah satu pengguna energi terbesar, bisa manfaatkan EBT.

Terkait pemanfaatan EBT tersebut Bamsoet juga mengungkapkan bahwa dalam 10 tahun terakhir investasi pengembangan EBT telah naik pesat. Maka dengan itu dirinya menilai peluang memajukan EBT masih terbuka lebar.

“Potensi energi terbarukan seperti biomasa, panas bumi, energi surya, energi air, dan energi angin masih sangat besar. Data terakhir di 2015 tercatat investasi EBT sebesar USD 305 miliar, naik dari 2014 sebesar USD 270 miliar, dan 2013 sebesar USD 231 miliar,” ujar pria yang akrab dipanggil Bamsoet dalam keterangan tertulis, Rabu (12/09/18).

Hal tersebut diungkapkanya dalam acara World Parliamentary Forum on Sustainable Development (WPFSD) di Bali. Dalam kesempatan ini dirinya mengungkapkan bahwa penggunaan energi alternatif non-fosil merupakan salah satu komponen penting dalam mengembangkan industri ramah lingkungan yang notabene merupakan industri masa depan.

“Perubahan pola pikir ini dapat dilakukan salah satunya melalui pendidikan. Seperti yang kita pahami bersama bahwa pendidikan merupakan ‘jantung’ dari pembangunan yang berkelanjutan,” kata Bamsoet.

Menurutnya, ketergantungan terhadap energi fosil sejauh ini telah mengantarkan pada eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam, pencemaran lingkungan, serta berujung pada kenaikan emisi gas rumah kaca.

“Melalui WPFSD, parlemen dunia akan menggalang kerja sama dalam mengatasi ketergantungan terhadap energi fosil melalui berbagai penelitian, pertukaran teknologi, implementasi kebijakan dalam negeri, serta peningkatan investasi yang mendorong pemanfaatan EBT. Sehingga, dapat menjamin penyediaan energi dengan harga yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan ramah terhadap lingkungan,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya juga berharap melalui WPFSD ini akan lahir sebuah kesepakatan yang bisa menjadi landasan agar forum ini dapat berlangsung setiap tahun.

“Negara manapun bisa mengajukan diri menjadi tuan rumah. Dengan demikian dapat memfasilitasi insan parlemen untuk dapat saling bertukar pandangan, pengalaman dan berdialog dalam kerangka pencapaian target-target pembangunan berkelanjutan,” pungkas Bamsoet.

Sebagai informasi, WPFSD yang diselenggarakan pada 12-13 September 2018 ini diikuti oleh sekitar 45 negara. Antara lain Argentina, Bahrain, Bolivia, Iran, Iraq, Jordan, Palestina, Peru, Serbia, Uni Emirat Arab, Venezuela, Kribati, Solomon Island, Tonga, Armenia, Botswana, Mesir, Ghana, Madagaskar, Micronesia, Mongolia, Moroco, Serbia, Timor Leste, serta Turki. Pertemuan WPFSD ini membahas topik ‘Menuju Energi Berkelanjutan untuk Semua’. (ega/hns)

sumber: detik.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s