Studi: Australia Bisa Andalkan Energi Terbarukan dalam 20 Tahun

Snowy Hydro Australia

Liputan6.com, Canberra – Seorang analis dari Australia National University (ANU), Profesor Andrew Blakers, menyebut bahwa Australia memiliki kapasitas untuk menyimpan energi terbarukan hingga 1.000 kali lebih banyak daripada yang diperkirakan.

Hal tersebut didasarkan pada studi Blakers dengan melihat lokasi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) model pumped hydro. Ia menemukan setidaknya 22.000 lokasi yang cocok di seluruh Australia.

Menurut dia, jika penyimpanan air dibangun di sebagian kecil tempat-tempat tersebut, maka Australia dapat beralih 100 persen ke energi terbarukan dalam dua dekade.

“Tidak peduli di mana pun berada di Australia, Anda akan menemukan lokasi hidro yang bagus, tidak jauh dari lokasi pembangkit tenaga angin atau tenaga surya,” kata Blakers seperti dikutip dari Australia Plus, Jumat (21/9/2017).

“Kita hanya perlu membangun sekitar satu atau dua lusin (PLTA) untuk bisa mendukung jaringan listrik terbarukan 100 persen,” jelas dia.

PLTA pumped hydro bekerja dengan memompa air ke atas, di antara dua waduk yang terhubung saat tenaga berlimpah. Kemudian alat tersebut mengirimkan dayanya saat sedang permintaan tinggi atau saat pembangkit tenaga angin dan surya tidak bekerja.

Sementara itu, peneliti bidang teknik dari ANU, Matthew Stocks, menjelaskan bahwa fasilitas pompa air biasanya dapat memberikan daya maksimum selama lima jam hingga sehari penuh. Daya listrik bisa dengan cepat dikirim ke jaringan bila diperlukan.

Meski demikian, PLTA model tersebut bukanlah hal baru. Fasilitas tersebut pertama kali dibuka pada 1970-an di New South Wales.

PLTA pumped hydro juga tersebar luas di Eropa, terutama di bagian alpine Italia, Jerman dan Prancis, dan di negara-negara Skandinavia seperti Norwegia. Model ini juga banyak digunakan di Jepang dan Amerika Serikat.

Blakers menjelaskan, seiring meningkatnya investasi sumber energi terbarukan seperti tenaga angin dan surya, kemungkinan kebutuhan akan penyimpanan pumped hydro akan meningkat.

Dia menambahkan, jika PLTA pumped hydro dibangun di beberapa lokasi yang tersebar di seluruh Australia, maka kebutuhan listrik negara itu dapat mengandalkan hanya pada energi terbarukan.

Pumped hydro, interkoneksi DC bertegangan tinggi antara negara bagian, solar photovoltaics, angin, baterai dan manajemen permintaan bisa memenuhi semuanya,” kata Blakers.

“Bukan hanya keseluruhan kebutuhan listrik, tapi keseluruhan kebutuhan energi – untuk transportasi darat, penghangat dan pendinginan, dan kita bisa mengurangi emisi gas rumah kaca Australia sebesar 75 persen.”

“Saya kira hal ini akan terjadi dalam 15 atau 20 tahun ke depan,” imbuh dia.

Sumber: liputan6.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s