Gedung Laboratorium ITB Terapkan Energi Terbarukan

Gedung Laboratorium ITB Terapkan Energi Terbarukan

Jakarta – Gedung Laboratorium Laboratorium Teknologi XIV Institut Teknologi Bandung (ITB) The Freeport Indonesia Business Research Center, Bandung, menerapkan teknologi energi terbarukan. Di sisi lain, gedung yang diresmikan Kamis (14/12) itu sejalan dengan tujuan ITB menjadi Entrepreunial University.

“Salah satu syarat menjadi Entrepreneurial University adalah pihak universitas harus menjalin kerja sama lintas-disiplin dengan para stakeholder. Gedung ini merupakan simbol kolaborasi perguruan tinggi dengan berbagai indusutri dan institusi,” kata Rektor Insitut Teknologi Bandung (ITB) Kadarsah Suryadi, dalam publikasi di Jakarta, Jumat (22/12).

Gedung seluas 5.482 meter persegi (m2) tersebut didesain secara modern dan dilengkapi dengan sel pengolah sinar matahari (solar cell). Bangunan ini akan digunakan oleh berbagai Program Studi di ITB, utamanya Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM).

Executive Vice President (EVP) Human Resources PT. Freeport Indonesia (PTFI) Achmad Didi Ardianto, mengatakan, seluruh struktur bangunan, peralatan utama, serta sebagian besar interior gedung merupakan bantuan pihaknya. “Kami berharap gedung ini bisa memberi manfaat besar tidak hanya bagi ITB, namun juga bagi para pihak di Papua, baik PTFI maupun masyarakat di sana. Ke depan, semoga ITB bisa menjalin kerja sama pendidikan juga dengan institusi perguruan tinggi maupun masyarakat Papua,” kata dia.

Gedung ini merupakan perluasan dari gedung lama yang diresmikan pada 1954 dan dilakukan perluasan pada 1962. Semula gedung ini milik Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Penelitian Masalah Bangunan. Gedung lama berciri arsitektur tropis dengan dibuatnya penahan sinar matahari langsung untuk mencegah panas ruangan yang berlebihan. Penahan sinar matahari langsung ini juga dibuat di gedung yang baru dengan merancang ulang bentuknya. Para Arsitek ITB melanjutkan upaya para arsitek pertama Indonesia dalam mengembangkan arsitektur tropis.

Gedung baru ini dilengkapi dengan sel pengolah sinar matahari (solar cell atau photovoltaic cell) sehingga listrik untuk seluruh pencahayaan gedung dapat disediakan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Sistem ini merupakan perluasan dari Laboratorium Manajemen Energi untuk Program Studi Teknik Fisika.

Jumlah energi listrik yang digunakan dipantau melalui monitor di setiap lantai dan kelas. Dengan adanya ukuran jumlah listrik yang digunakan, maka gedung ini diharapkan membangun kesadaran penggunaan energi yang terbarukan di mahasiswa.

Setelah lulus diharapkan sedikitnya para lulusan membawa kesadaran penghematan listrik ke masyarakat luas. Lebih baik lagi bila mahasiswa aktif dalam mengembangkan energi yang terbarukan.

Sumber: beritasatu.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s