Jogja Susun Perda Energi Terbarukan

Image result for pltb

Yogyakarta,Gatra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DI Yogyakarta sedang menyusun peraturan daerah (Perda) tentang pemanfaatan energi terbarukan.

Pakar energi  mengusulkan Perda ini tidak membatasi pengembangan berbagai pilihan teknologi terbarukan.

Dalam dengar pendapat rancangan perda tersebut, Jumat (23/3), Ketua Panitia Khusus (Pansus) Perda Energi Terbarukan, Sukamto menjelaskan aturan ini untuk menyikapi keterbatasan energi yang selama ini hanya bisa dipenuhi PLN.

“Kami melihat berubahnya pola hidup masyarakat, terutama akan kebutuhan energi, mau tidak mau kita harus mencari solusinya. Tidak lagi bisa mengandalkan energi fosil yang terbatas,” jelas Sukamto.

DPRD berharap Perda Energi Terbarukan menjadi dasar hukum bagi perorangan dan badan usaha dalam mengadakan teknologi energi alternatif.

Selain itu, aturan ini diharap dapat mengatasi masalah dasar pengadaan energi seperti ketersediaan lahan, pembiayaan, dan pemasarannya.

Sukamto mengatakan agar perda ini berjalan efektif, akan ada insentif dan disinsentif bagi masyarakat dan badan usaha yang bergerak di bidang energi terbarukan.

“Saya optimistis DI Yogyakarta mampu menjadi pionir dalam hal energi terbarukan. Selain kualitas sumber daya manusian, sumber energi seperti matahari, angin, gelombang laut, dan sampah juga melimpah,” lanjutnya.

Menurut Sukamto, kegagalan pembangunan pembangkit listik tenaga bayu (PLTB) di Pandansimo, Bantul, karena lahan menjadi pembelajaran penting bagi penyusunan perda ini.

Meski ditargetkan selesai pertengahan tahun ini, Sukamto memastikan pihaknya akan berhati-hati dalam penyusunan perda ini.

Soalnya, Perda Energi Terbarukan ini jadi yang pertama di Indonesia dan akan menjadi rujukan nasional.

Asisten Profesor Sistem dan Perencanaan Energi Terbarukan Fakultas Teknik Fisika UGM Yogyakarta Ahmad Agus Setiawan menyarankan perda ini tidak menutup kemungkinan pengembangan teknologi energi terbarukan lain.

“Potensi besar DI Yogyakarta memang penerapan sel surya. Tapi Perda harus mengatur penerapan teknologi terbarukan lain semisal nuklir maupun fusi hidrogen yang lagi dikembangkan sekarang,” katanya usai dengar pendapat.

Selain sebagai payung hukum, perda ini diharapkan mengatur keberlanjutan teknologi energi terbarukan yang akan diterapkan, terutama dari sisi masyarakat.

Selama ini ketidakpahaman masyarakat akan perkembangan teknologi ini menjadi tantangan besar.

Ahmad menilai selama ini masyarakat sering menyalahgunakan suatu teknologi baru  dibandingkan memanfaatkannya.

Padahal teknologi energi terbarukan sangat dibutuhkan di tengah perubahan dunia.

“Saya optimistis kehadiran perda energi terbarukan akan mendorong masyarakat tertantang memanfaatkannya dan semua akan bergerak bersama. Kehadiran energi terbarukan membutuhkan daya dan usaha besar,” tandasnya.

Sumber: gatra.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s