Lahan Parkir Diberi Panel Surya, Unsada Manfaatkan Energi Terbarukan

JAKARTA, KOMPAS.com – Pada Jumat (19/5/2017) Universitas Darma Persada ( Unsada) di Jakarta Timur membuat sebuah perayaan kecil, yakni peresmian panel surya yang dipasang di halaman parkir Unsada.

Peresmian ini menandai dimulainya proyek dan fokus kampus ini pada penerapan dan pemanfaatan energi terbarukan (renewable energy) di Indonesia.

Hadir dalam peresmian tersebut Rektor Unsada Dadang Solihin, Direktur Sekolah Pascasarjana Energi Terbarukan Unsada Kamaruddin Abullah, Kepala Program Studi Energi Terbarukan Sekolah Pascasarjana Energi Terbarukan Unsada Aep Saepul Uyun, serta segenap civitas akademika di Unsada.

Panel surya di lahan parkir ini merupakan rancangan mahasiswa Sekolah Pascasarjana Energi Terbarukan Unsada. Ada 10 panel yang dipasang di atas lahan parkir Unsada tersebut.

Energi yang dihasilkan mencapai 300 watt per panel atau sebesar 3 Kilowatt (Kw). Dengan demikian, sejak dipasang pada April 2017 lalu, penggunaan panel surya tersebut mampu memberikan penerangan pada ruangan kelas Pascasarjana.

Menurut Dadang Solihin, pemasangan panel surya tersebut ditujuan untuk meneliti pemanfaatan energi surya bagi kehidupan masyarakat, khususnya untuk penerangan sehari-hari.

Lebih lanjut, proyek penerapan energi terbarukan di Unsada tidak berhenti pada pemasangan panel surya di lahan parkir kampus. Sebab ke depan, Unsada juga membidik target pemasangan panel surya di atap kampus Unsada di Jakarta Timur.

“Pemasangan panel surya di beberapa titik akan digencarkan. Selain bertujuan untuk mengurangi pemakaian energi listrik konvensional, tapi juga sebagai perwujudnyataan peran Unsada sebagai ujung tombak penelitian energi terbarukan,” kata Dadang Solihin, Jumat.

Dia menambahkan, Unsada berupaya agar nantinya hasil riset dan penelitiannya tersebut mampu memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama dalam hal pemanfaatan penerapannya energi terbarukan di masyarakat.

Energi Masa Depan

Sementara Aep menjabarkan bahwa saat ini pemanfaatan energi surya untuk kepentingan kelistrikan di Indonesia masih kecil. Padahal, hingga 2025 diproyeksikan pemanfaatan energi surya di Indonesia bisa mencapai 6,4 GigaWatt (GW).

Sementara saat ini total pemanfaatan bauran energi dari energi terbarukan hanya mencapai 5 persen. Padahal, target nasional bauran energi ini akan mencapai 23 persen di 2025 mendatang.

Dia mengatakan, pada masa mendatang energi terbarukan akan menggantikan energi fosil sehingga masyarakat Indonesia harus mempunyai “awareness” terhadap pemanfaatan energi terbarukan ini.

“Di Arab Saudi saja, pemerintah kerajaan tersebut akan meninggalkan energi dari minyak bumi mulai 2020. Mereka akan fokus pada penggunaan energi surya,” kata dia.

Arab Saudi sendiri mengestimasi harga minyak dunia akan jatuh di kisaran 26 dollar AS per barel pada 2030, sehingga negara ini memulai semua upaya menujun independensi energi dan pendapatan selain minyak.

Sekadar informasi, Arab Saudi saat ini sudah memulai mengambil langkah reformasi demi mewujudkan proyek energi 9,5 gigawatt (GW) pada 2023. Proyek ini dijalankan menggunakan tenaga surya dan beberapa sarana terbarukan lainnya.

“Saat ini teknologi dan penelitian mengenai energi terbarukan dan manfaatnya di Indonesia sudah sangat banyak. Hanya saja, yang paling diperlukan adalah kesadaran masyarakat, yakni untuk memulai langkah lebih jauh dalam hal pemanfaatannya,” pungkas Aep.

Sumber: Kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s