Volvo Akan Mengubah Semua Mobilnya Menjadi Mobil Listrik

Volvo Electric Car

Dalam artikel sebelumnya, kita sudah melihat bahwa revolusi energi akan terjadi sebentar lagi. Banyak perusahaan sudah mulai mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Bahkan perusahaan minyak British Petroleum juga melakukannya.

Nah, tentunya perusahaan mobil juga ikut mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan tersebut. Salah satunya adalah perusahaan mobil yang berasal dari Swedia yaitu Volvo.

Rencananya perusahaan mobil ini akan meluncurkan mobil listrik Volvo S60 T8 Polestar di tahun 2019. Perusahaan ini tentunya akan hampir menyelesaikan perubahan menuju mobil listrik dalam waktu kurang dari 10 tahun setelah peluncuran mobil tersebut.

Rencana ini sudah dimulai dengan skala kecil dari tahun 2011 dan akan segera menggabungkan konsep kendaraan listrik dengan model yang ada. Nantinya transformasi akan berjalan lebih jauh untuk pembeli di Amerika pada tahun 2019.

Menurut Volvo, seluruh model dari mobilnya akan tersedia dengan berbagai pilihan seperti hibrida, plug-in, hybrid, atau tenaga listrik pada tahun 2019. Walaupun kisaran model Volvo lebih kecil dibandingkan dengan produk mobil mewah lainnya, hampir semua segmen mobil telah ditutupi oleh pilihan-pilihan ini.

Sekarang Volvo menyediakan berbagai versi powertrain hibrida plug-in yaitu T8 dengan mesin ganda yang menyandingkan turbocharged dan supercharged 2 liter inline ke-4 ke baterai lithium-ion 10.4 kWh yang tersedia di XC90, XC60, S60, dan V90.

Selain itu, ada juga powertrain T6 mesin ganda baru yang memasangkan Turbo 4,2 liter yang sama ke motor listrik dengan output lebih rendah dan baterai 10.4 kWh yang tersedia di V60 dan S60. Terakhir adalah powertrain T5 mesin ganda ketiga yang memasangkan baterai turbo-3 dan 9,7 kWh dalam mobil kecil Volvo seperti XC40.

Namun, petinggi Volvo tidak menyebutkan kapan T6 mesin ganda dan T5 mesin ganda akan tersedia di Amerika, namun mereka mengatakan keduanya menjadi “taruhan yang lebih bagus” karena keduanya lebih efisien daripada mesin lain yang hanya dapat berjalan dengan gas dan listrik.

Namun upaya perubahan Volvo ke arah mobil listrik bukan hanya soal seberapa jauh mobil listrik Volvo dapat berjalan dan efisiensi, tetapi dengan peluncuran Polestar sendiri tahun lalu, powertrain yang dialiri listrik juga masuk ke dalam portfolio kinerja pembuat mobil.

Menurut Thomas Inglenlath, CEO Polestar mengatakan bahwa Polestar benar-benar mendasarkan Volvo pada perubahan menuju mobil listrik. Menurutnya, Polestar dapat menjadi dasar untuk pembuatan mobil listrik lainnya saat dunia sudah mulai memasuki elektrifikasi teknologi.

Inglenlath mengatakan bahwa Polestar dapat menjadi pesaing dari Tesla dan Porsche listrik di masa depan, bukan menjadi pesaing dari produk tuner in-house seperti Mercedes-Benz dan BMW M-Series.

Saat ini, satu-satunya model Volvo tanpa pilihan mobil listrik di Amerika adalah full wagon V90, tall wagon V90 Cross Country, dan compact crossover XC40. V90 plug-in dan T8 Hybrid dijual di negara lain dan Volvo mengumumkan pada bulan April powertrain plug-in T5 untuk XC40. Kedua mobil ini diharapkan dapat masuk ke Amerika.

Volvo juga mengumumkan minggu ini bahwa sedan S60 berkinerja tinggi akan diberi merek “Polestar Engineered” dan hanya akan tersedia sebagai plug-in hybrid. Sebelumnya model Polestar adalah model mobil bensin berkinerja tinggi.

Ini adalah pergeseran Volvo yang pernah mengandalkan diesel powertrain di setiap modelnya dan tampak terpaut secara finansial ketika Ford mengumumkan akan menjual merek tersebut pada tahun 2008.

Kepala penelitian dan pengembangan Volvo, Henrik Green mengatakan bahwa Volvo tidak hanya akan menawarkan kendaraan listrik sepenuhnya segera, tapi juga menghasilkan uang pada setiap mobil yang dijual.

Green juga mengatakan bahwa mobil itu awalnya akan menarik pembeli yang dapat mengisi daya mobil listrik di rumah, dimana sebagian besar pemilik kendaraan listrik mengenakan biaya, tetapi pada akhirnya akan menyebar ke lebih banyak model karena infrastruktur pengisian kota mulai membaik.

Menurut Green, pengguna mobil hybrid akan kesusahan dalam mengisi daya mobil jika tinggal di kota yang padat penduduk dan tidak memiliki garasi yang memadai. Selain itu, Green juga mengatakan bahwa sebaiknya orang-orang menunggu waktu untuk menggunakan mobil hybrid jika tidak bisa mengisi daya mobil di rumah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s