Amerika Telah Menambah Penggunaan Tenaga Surya Sebagai Sumber Listrik

solar farm

Seperti yang kita tahu, revolusi energi akan datang sebentar lagi. Nah, tentunya berbagai negara di dunia harus mempersiapkan diri untuk menghadapi hal itu. Salah satunya adalah Amerika Serikat yang menambah jumlah penggunaan tenaga surya sebagai sumber listrik. Inilah penjelasannya.

Hal ini dilaporkan oleh Asosiasi Industri Energi Matahari( SEIA). Laporan tersebut mengatakan bahwa sebuah pasar tenaga surya Amerika menambahkan 2,5 gigawatt dalam kapasitas baru dalam waktu 3 bulan pertama tahun 2018. Angka ini naik 13% dari kuartal pertama 2017.

Jumlah peningkatan ini menyumbang 55% dari semua listrik Amerika yang ditambahkan pada kuartal pertama tahun 2018, termasuk bahan bakar fosil dan bentuk lain dari energi terbarukan.

CEO SEIA, Abigail Ross Hopper mengatakan bahwa data ini menunjukkan bahwa energi matahari menjadi pilihan yang masuk akal bagi sebagian besar masayarakat Amerika dan energi matahari susah untuk waktu yang lama.

Laporan SEIA mencatat bahwa sebagain besar kapasitas energi matahari yang baru ditambahkan berasal dari proyek skala utilitas yang merupakan instalasi besar yang memasok listrik ke jaringan listrik.

Menurut SEIA, pertumbuhan besar kedua adalah tenaga surya non perumahan yang biasanya digunakan ketika perusahaan seperti AT&T dan Nestle mengalihkan sumber listrik mereka ke tenaga surya. Inilah laporannya. Global growth net electricity chart

Pertumbuhan ini tetap terjadi meskipun Trump memberlakukan tarif 30% terhadap panel surya impor pada awal tahun ini. Tarif ini mulai berlaku pada Februari tahun ini dan padahal sebelumnya banyak orang memprediksi tarif ini dapat mengurangi permintaan tenaga surya.

Menurut Reuters, pengembang tenaga surya pun menghapus proyek instalasi tenaga surya senilai $2,5 milyar setelah tarif ini berlaku. Beberapa senator Amerika bahkan memperkenalkan RUU bipartisan untuk mencabut tarif tersebut yang mereka anggap dapat membahayakan pekerja di bidang tenaga surya di Amerika.

Menurut Lazard, sebelum tarif diberlakukan  biaya untuk menghasilkan listrik dari tenaga surya pada tahun 2017 adalah $50 per megawatt. Sedangkan listrik dari batubara adalah $102 per megawatt.

Meningkatnya permintaan energi matahari di Amerika ini menjadi tanda bahwa pergeseran global ke penggunaan energi terbarukan menjadi lebih besar. Menurut data dari Program Lingkungan PBB, energi matahari menarik investasi sebesar $160.8 miliar pada tahun 2017. Angka ini melampaui investasi energi nuklir dan fosil.

Menurut laporan PBB, China yang merupakan investor terbesar dalam energi terbarukan menginvestasikan $126 miliar dalam sektor energi terbarukan. Energi matahari juga merupakan sumber listrik yang tumbuh paling cepat secara global dengan peningkatan 98 gigawatt pada tahun 2017. The average cost of energy in north america

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s