Teknologi Pompa Panas Yang Lebih Murah Telah Dibuat

geotech

Dalam kehidupan rumah tangga, kita tentunya menggunakan AC, kulkas, dan barang lainnya. Nah, barang-barang tersebut menggunakan pompa panas yang memindahkan panas dari sumber panas bersuhu rendah ke tempat yang bersuhu lebih tinggi.

Namun, sayangnya pompa panas masih menggunakan bahan bakar fosil yang persediannya semakin menipis. Selain itu, bahan bakar fosil juga mencemari lingkungan.

Tenang saja karena konsorsium dari beberapa universitas dan suatu perusahaan sekaligus organisasi penelitian bernama GEOTeCH sedang mengembangkan sistem pompa panas geothermal yang lebih efisien dari teknologi sekarang ini.

Selain itu, teknologi ini juga lebih terjangkau dan ramah lingkungan sehingga dapat digunakan oleh sebagian besar rumah di Eropa dan mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil.

Pompa panas bersumber ganda ini menggunakan tanah dan udara sebagai sumber panas, tergantung dari suhu luar dan tergantung dari kebutuhan pemanasan atau pendinginan.

Selain itu, teknologi ini juga dapat menentukan sumber panas terbaik tergantung iklim yang kemudian dapat beroperasi sebagai pompa panas udara ke air atau air asin.

Sistem teknologi ini dapat menyimpan air panas sepanjang tahunnya. Pada musim panas, teknologi ini mendapat air panas dengan menggunakan kondensasi panas limbah dari sistem tersebut.

Teknologi ini sudah diuji di 4 tempat di seluruh Eropa. Salah satunya adalah di De Montfort University Leicester yang terletak di Inggris. Bentuk teknologi yang diletakkan di kampus tersebut sama seperti gambar di atas.

Saat pemasangan, ada 5 lubang yang dibor dengan kedalaman 10 meter. 4 dari lubang tersebut mengandung penukar panas sedangkan lubang ke-5 berisi sensor suhu yang memonitor perubahan suhu di tanah.

Data tersebut yang berasal dari sensor suhu udara memungkinkan sistem untuk menentukan sumber yang diperlukan dalam pemanasan maupun pendinginan. Konsorsium pun berharap teknologi ini dapat mengurangi kebutuhan pemanasan gas di rumah-rumah Eropa.

Bagaimana di Indonesia? Semoga saja teknologi ini dapat dikembangkan di negeri ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s