Peningkatan Emisi Karbon Dapat Menyebabkan Malnutrisi

Rice Paddy Japan

Seperti yang kita tahu, peningkatan emisi karbon dapat berdampak negatif bagi lingkungan. Dampaknya adalah peningkatan permukaan air laut, peningkatan suhu bumi, es kutub utara mencair, dll. Namun, tahukah anda ternyata peningkatan emisi karbon juga dapat menyebabkan malnutrisi? Kok bisa? Inilah penjelasannya!

Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Science Advances mengungkapkan bahwa peningkatan karbondioksida dapat secara signifikan mengurangi tingkat mikronutrien pada tanaman tertentu. Salah satunya adalah beras dan hasil penelitian terhadap tanaman tersebut  cukup mengerikan. rice bowl chopsticks

Menurut penelitian tersebut, kandungan zat besi, protein, seng, dan vitamin B dalam beras berkurang setelah terpapar tingkat karbondioksida yang diperkirakan bertahan di atmosfer bumi hingga akhir abad ini.

Tentunya hal ini dapat berpengaruh bagi dunia karena nasi menjadi makanan pokok bagi 2 miliar orang di seluruh dunia. Selain itu, penduduk termiskin juga memperoleh lebih dari 50% gizi harian dari nasi. Menurut salah satu penulis studi, Lewis Ziska, apa yang mempengaruhi kualitas nutrisi beras memiliki dampak yang serius.

Sebelumnya, para peneliti juga meneliti tentang bagaimana perubahan iklim akan mengubah budidaya tanaman. Ziska juga mengatakan bahwa kualitas tanaman dan kandungan nutrisinya sama-sama penting.

Saat penelitian, Ziska dan rekan-rekannya mengekspos sawah yang ditanam di China dan Jepang untuk meningkatkan karbondioksida. Hasilnya adalah mayoritas dari 18 varietas pada sampel ujicoba mengandung protein, zink, dan zat besi yang jauh lebih sedikit daripada padi yang dibudidayakan sekarang ini.

Para peneliti juga menemukan bahwa kandungan vitamin B1, B2, B5, dan B9 juga menurun secara drastis di varietas ujicoba tersebut. Namun, beras tersebut mengandung lebih banyak vitamin E. A mother feeds her child with a peanut-based paste for treatment of severe acute malnutrition in a UNICEF supported hospital in the capital Juba, South Sudan, January 25, 2017. Picture taken January 25, 2017. REUTERS/Siegfried Modola

Mungkin orang-orang di negara kaya cukup beruntung karena dapat mengonsumsi makanan sehat dan bervariasi. Namun, bagaimana dengan negara-negara yang miskin? Menurut Kritie L. Ebie, salah satu peneliti studi mengatakan  negara seperti Bangladesh mendapatkan 70% kilokalori harian dari beras dan hampir tidak ada alternatif untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka.

Selain itu, para ilmuwan juga mengatakan bahwa setiap makhluk hidup berpotensi terpengaruh hal ini. Sebagai contoh adalah lebah dan lainnya yang hanya bisa memperoleh gizi dari beberapa sumber makanan belum terlihat secara memadai.

Tahun lalu, ada penelitian yang menunjukkan bahwa gandum dan tanaman lainnya dapat menghasilkan semakin sedikit dan semakin dikit panas yang didapat planet ini. Akibat negatif untuk gandum memang terkait dengan peningkatan suhu, namun kualitas gizi beras juga secara langsung  dipeengaruhi oleh peningkatan kadar karbondioksida di atmosfer bumi.

Seperti yang kita tahu, karbondioksida diserap tanaman sebagai bahan awal fotosintesis. Jika konsentrasi karbondioksida meningkat, maka secara otomatis tanaman akan menyerap lebih banyak karbondioksida. Namun, akibatnya adalah peningkatan konsentrasi karbondioksida dapat mengubah komposisi kimia tanaman itu sendiri dan menurunkan kandungan nutrisi sedangkan kadar karbondioksida malah meningkat.

Menurut Ziska, karbondioksida dapat membuat tanaman bisa tumbuh kuat. Namun, menurutnya itu tidak berarti jika kualitas tanaman malah menurun karena karbondioksida. wheat nebraska

Selain itu, para ilmuwan menekankan bahwa tanaman lain juga perlu diteliti. Namun, sampai sekarang para peneliti masih mencaritahu mengapa karbon dioksida di atmosfer memengaruhi kandungan nutrisi tanaman. SEmoga saja para peneliti dapat mengetahuinya.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s