China membangun megaproyek energi terbaru ramah lingkungan

kevin frayer china floating solar field 3

China menjadi negara dengan polusi udara paling mematikan di dunia.Menurut Profesor Kian Fan Chung, polusi udara di China bahkan lebih parah daripada polusi di London yang melebihi batas normal yang ditetapkan Uni Eropa.Ada sekitar 1,6 juta orang meninggal setiap tahunnya karena polusi di China.

Penyebab dari polusi udara di China adalah batubara.Seperti yang kita tahu batubara sangat berguna untuk pembangkit tenaga listrik, industri, bahan bakar cair, dll.Namun, sayangnya di satu sisi banyak sekali kerugian batubara bagi kesehatan dan lingkungan.Proses pembakaran batubara tentunya dapat menghasilkan zat polutan dan beresiko menyebabkan kanker paru-paru.

Namun, sekarang China telah menghabiskan sekitar $360 miliar untuk proyek energi ramah lingkungan.Hal ini dilakukan China setelah berjanji untuk memperbaiki kualitas udara.Selain itu, proyek-proyek ini akan menyediakan lapangan kerja untuk 13 juta orang pada tahun 2020.

Nah, sekarang sedang dibangun 2 ladang surya di Anhui, China.Proyek tersebut akan selesai dan dapat beroperasi bulan ini.Inilah perkembangannya.

Seiring dengan meningkatnya kekhawatiran tentang polusi udara, China mulai berinvestasi lebih banyak dalam proyek energi ramah lingkungan.Menurut studi, polusi dari batubara menyebabkan 336.000 kematian prematur pada tahun 2013.Due to rising concerns surrounding air pollution-related deaths, China is trying to invest more heavily in renewable energy projects.

Pada tahun 2017, negara ini mendirikan sebuah ladang surya mengapung yang besar.Proyek ini didirikan di sebuah danau yang dulunya adalah tambang batubara yang hancur.Proyek ini dijalankan oleh Perusahaan Sungrow.In late 2017, the country built a massive floating solar farm on top of a former coal mine that had collapsed and flooded.

Pada bulan Mei lalu, para pekerja sudah menyalakan 166.000 panel surya yang dapat menghasilkan 40 megawatt listrik.Daya listrik sebanyak ini dapat memasok listrik untuk 15.000 rumah.Last May, workers turned on the 166,000-panel array, which can generate 40 megawatts of power — enough to accommodate 15,000 homes.

Proyek ini menjadi proyek tenaga surya terbesar dan akan beroperasi selama 25 tahun.It's currently the world's largest floating solar project and will operate for up to 25 years.

Selain itu, Perusahaan Sungrow juga mendirikan peternakan di danau yang merupakan lokasi penambangan batubara yang luas.Danau ini terbentuk setelah sebuah tambang batubara hancur dan air membanjiri tempat ini hingga terbentuk danau.Local energy company Sungrow Power Supply developed the farm on a lake that was once the site of extensive coal mining.

Menurut The Guardian, proyek tenaga surya yang dibangun di danau dan bendungan dapat melindungi lahan pertanian dan kehidupan hewan liar di daratan.Tentunya hal ini menjadi dampak positif lainnya selain memperbaiki kualitas udara.

The water also cools the solar panels, helping them work more efficiently.

Selain itu, air danau juga mendinginkan panel surya.Hal ini tentunya membuat panel surya dapat bekerja lebih efisienThe water also cools the solar panels, helping them work more efficiently.

Ladang surya mengapung ini dapat mengapung karena menggunakan sistem pengapungan.Ini adalah sistem pengapungan yang membuatnya tetap mengapung. Floating solar farms use flotation devices, seen below, which help it stay above water.

Pada bulan Desember, unit dari China’s Three Gorges Corp. mulai membangun ladang surya yang lebih besar lagi.Inilah fotonyaIn December, a unit of China's Three Gorges Corp. started building an even larger floating solar farm.

Di Anhui, juga ada proyek ladang surya senilai $151 juta yang akan memproduksi 150 megawatt listrik.Daya listrik ini dapat menyokong pasokan listrik untuk 94.000 rumah.Also in Anhui, this $151 million plant will produce up to 150 megawatts of power for approximately 94,000 homes.

Ladang surya ini diharapkan dapat beroperasi pada bulan Mei 2018.The new farm is expected to come online by May 2018.

Dari pantauan 200 monitor di seluruh China, ada analisis baru yang mengatakan bahwa kota-kota di China telah mengurangi parikulat-partikulat halus penyebab polusi.Polutan mematikan ini berhasil ditumpas sebanyak 32% sejak tahun 2013.Menurut para peneliti, jika partikulat halus ini berhasil ditumpas maka harapan hidup di China bisa meningkat 2,4 tahun.Looking at over 200 monitors throughout China, a new analysis found that Chinese cities have cut concentrations of fine particulates — often considered the deadliest type of pollution — by 32% on average since 2013.

China menjadi salah satu negara dengan investasi terbesar dalam bidang energi ramah lingkungan di dunia.2 ladang surya ini tentunya akan perlahan membuktikan bahwa manusia tidak membutuhkan batubara lagi.

Selain China, Swedia juga mulai mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.Negara ini juga mulai berinvestasi dalam energi terbarukan.Selain Swedia, Nikaragua juga berjanji untuk meningkatkan penggunaan energi ramah lingkungan dari 53% menjadi 90%.

China juga menjadi negara terbesar dalam mengurangi penggunaan batubara.Hal ini terlihat dari penutupan 104 batubara yang sedang dikembangkan di 13 provinsi.Although the US relies less on fossil fuels in 2018 than it did a decade ago, President Donald Trump has promised to boost the country's struggling coal industry.

Sedangkan di Amerika, bisnis batubara malah sedang dikembangkan.Selain itu, Presiden Trump juga memberikan tarif 30% untuk panel surya impor.Hal ini tentunya akan menghambat perkembangan industri surya.

Selama ini, pasokan listrik dunia disokong oleh batubara.Namun, 10 tahun kemudian batubara akan mencapai kejayaan dan jatuh.Today, coal still accounts for over 40% of the world's electricity production. But within 10 years, energy experts forecast that coal will peak and then fall.

Sedangkan di waktu yang sama, energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin akan menggantikan batubara.At the same time, cleaner sources, like solar and wind, will become cheap enough to surpass it.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s