Es Laut Arktik dipenuhi potongan-potongan rokok,cat,dan kemasan

Lagi-lagi ditemukan pencemaran di lautan.Kali ini ditemukan partikel mikroskopis dari plastik yang disebut mikroplastik telah ditemukan di inti es Laut Arktik dalam jumlah tertinggi yang pernah terlihat.

Para peneliti mengambil sampel dari 5 titik di sekitar Samudera Arktik dan menemukan bahwa sampel-sampel tersebut mengandung 12.000 mikroplastik per liter es.Jumlah tersebut tentunya tidak sedikit.Sumber utama dari pencemaran yang terjadi yang terkunci di es utara terpencil selama beberapa tahun memberikan dampak yaitu meningkatkan pengiriman dan penangkapan ikan di Arktik.

Partikel mikroplastik sangat kecil sehingga susah untuk dilihat.Berita ini tentunya menjadi berita buruk untuk kesehatan makhluk laut dan juga kita.Selain itu juga,kemungkinan partikel ini berada di 93% air kemasan.

Menurut ahli biologi dari Alfred Wegener Institute(AWI),Dr. Ilka Peeken,partikel ini bisa dengan mudah dicerna oleh mikroorganisme Arctic(bersel 1) seperti ciliata dan juga copepoda(masuk dalam kelompok krustasea kecil).Dr.Ilka juga mengatakan bahwa tidak ada yang bisa dengan pasti mengatakan betapa berbahayanya partikel plastik ini.Dr.Ilka juga merupakan penulis utama makalah tentang temuan ini yang dipublikasikan ke Nature Communications.

Konsentrasi partikel-partikel plastik yang ditemukan di es 2 hingga 3 kali lipat lebih tinggi daripada pengukuran di masa lalu.Tetapi sampel yang berbeda menghasilkan konsentrasi yang lebih tinggi dari jenis plastik tertentu.Contohnya adalah jumlah polietilena yang lebih tinggi yang digunakan dalam bahan pengemasan ditemukan dalam sampel yang dapat ditelusuri kembali ke perairan yang membuat jalan mereka ke Kutub Utara untuk dibekukan dari aliran Pasifik melalui Selat Bering.

Studi tersebut berasumsi bahwa fragmen-fragmen ini mewakili sisa-sisa  yang disebut sebagai Great Pacific Garbage Patch.

Selain itu,sampel lain juga mengandung jumlah partikel cat yang lebih tinggi dari kapal dan limbah nilon dari jaring ikan.Hal ini menunjukkan peningkatan aktivitas bahari di Laut Arktik.

Secara keseluruhan,para ilmuwan menemukan 17 jenis plastik di es.Mulai dari kemasan ,cat hingga selulosa asetat yang terutama digunakan dalam rokok.Ada juga puntung rokok tua di es Laut Arktik.

Partikel-partikel tersebut dapat menghabiskan waktu 11 tahun beku di es sebelum mencair ke laut.Tidak jelas apa yang terjadi setelah itu,namun para ilmuwan memperkirakan bahwa sampah-sampah tersebut mungkin berakhir di lautan.

Menurut Dr. Melanie Bergmann,seorang ahli biologi dari AWI sekaligus rekan penulis makalah,partikel-partikel tersebut yang mengambang sering dikuasai oleh bakteri dan alga yang membuat mereka semakin lama semakin berat.Kadang-kadang mereka berkumpul dengan ganggang yang membuat mereka lebih cepat hanyut ke dasar laut.Dr. Melanie juga mengatakan bahwa mereka baru-baru ini merekam konsentrasi mikroplastik hingga 6.500 partikel per kg di dasar laut.

Tentunya cara untuk menyelesaikan masalah ini adalah mengurangi penggunaan plastik.Di beberapa negara seperti Inggris sudah memberlakukan kebijakan pengurangan penggunaan plastik.Namun,di Indonesia sendiri kebijakan ini belum diberlakukan.

Semoga artikel ini bermanfaat.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s