Mobil listrik dapat mendukung jaringan listrik

Tesla car battery charger

Menurut ramalan,setengah dari jumlah mobil pada tahun 2040 akan dikuasai oleh mobil listrik.Nah,tentunya mobil listrik menggunakan baterai sebagai tenaga penggeraknya.Tapi,apakah baterai dari mobil listrik dapat digunakan dalam kebutuhan listrik rumah tangga?Ide ini sebelumnya ada di Novel Margaret Atwood dan bayangkan jika ada energi berlebih dari mobil listrik dapat digunakan untuk jaringan listrik pada jam sibuk.Apakah hal tersebut dapat terjadi?Baik,saya akan jelaskan dari artikel ini.

Konsep tenaga listrik mobil ke jaringan listrik rumah tangga ini sudah ada sejak 10 tahun yang lalu.Namun,konsep ini belum memunculkan terobosan yang berarti.Walaupun banyak yang mendukung ide tersebut,konsep tersebut tetap membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk diwujudkan.

Dari sisi teknis sendiri,hal tersebut dapat terjadi.Mengapa?Menurut Bloomberg New Energy Finance,setengah dari jumlah mobil pada tahun 2040 akan dikuasai oleh mobil listrik.Oleh karena itu,tenaga dari mobil-mobil listrik ini cukup untuk mendukung jaringan listrik yang ada.

Bagaimana jika para pengemudi ini ingin berkoordinasi dengan orang lain untuk meningkatkan kekuatan jaringan listrik dan mengisi tenaga listrik?Mereka harus memiliki sistem komunikasi sehingga mereka bisa tahu kapan waktu terbaik untuk mengisi tenaga mobil mereka.Hal ini sempat dirinci oleh Wakil Presiden Lembaga Lexington Constance Douris pada bulan Desember lalu.

Namun proses penyedotan energi berlebih itu menimbulkan kekhawatiran bagi industri.Menurut mereka,penyedotan energi oleh jaringan listrik dapat menyebabkan peningkatan tekanan sel dan berpotensi merusak baterai.

Untuk menjalankan konsep baterai ini,anda harus mengubah cara berpikir orang.Konsep ini tidak dapat dicapai hanya dengan terobosan teknologi,namun juga motivasi dan waktu agar orang-orang percaya dengan konsep tersebut.

Sebelumnya,Nissan menawarkan alat yang dapat mengubah tenaga baterai mobil Nissan Leaf menjadi penggerak listrik rumah sehingga biaya listrik per bulannya menjadi hanya $40 atau sekitar Rp 520.000 .Sayangnya,hanya 6.000 dari 81.500 pemilik Nissan Leaf yang tertarik dengan alat ini.Padahal proyek ini sudah dijalankan selama 6 tahun.

Selain itu,Nissan EV sempat bekerjasama dengan Tepco untuk melakukan uji coba konsep ini dengan karyawan mereka.Sebanyak 45 orang diminta untuk memasang charger listrik di rumah mereka untuk memantau permintaan daya listrik pada akhir pekan.Jika peserta membeli listrik ketika persediaan daya paling tinggi maka akan mendapat poin belanja Amazon.com .Namun hanya 10% dari mereka yang menyelesaikan uji coba ini dengan baik.

Jika anda ingin membujuk pengemudi mobil listrik menggunakan konsep ini,anda harus meyakinkan mereka agar mengisi tenaga listrik mobil pada saat produksi listrik ada di puncaknya.Saat ini keuntungan finansial dari konsep ini belum pasti.Namun,setelah ketidak pastian itu hilang konsep ini akan menjadi nyata.

Nah,jadi intinya adalah konsep ini masih dikembangkan agar menjadi nyata.Selain itu,konsep ini membutuhkan terobosan baru dan kepercayaan orang sehingga banyak oarang yang memakainya.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s